Someday We'll Know
90 miles outside Chicago , can't stop driving, I don't know why.
So many questions I need an answer.
Two years later, you're still on my mind.
Whatever happened to Emilia Earhart, who holds the stars up in the sky?
Is true love just once in a lifetime, did the Captain of the Titanic cry?
Chorus:
Someday we'll know, if love can move a mountain.
Someday we'll know, why the sky is blue?
Someday we'll know, why I wasn't meant for you?
Does anybody know the way to Atlantis?
Or what the wind says when she cries?
I'm speeding by the place where I met you for the 97th time, tonight
Someday we'll know, why Samson loved Delilah?
One day I'll go, dancing on the Moon.
Someday you'll know, that I was the one for you!
I bought a ticket to! the end of the Rainbow.
I watched the stars crash in the sea.
If I could ask God just one question, why aren't you here with me, tonight?
90 mil melewati Chicago , tak bisa berhenti menyetir, entah kenapa.
Terlalu banyak pertanyaan, ku perlu satu jawaban.
Dua tahun telah berlalu dan kau masih dalam ingatan.
Apa yang terjadi pada Emilia Earhart, apa yang membuat Bintang terpaku di langit?
Kalau benar cinta sejati hanya sekali dalam seumur hidup, apa Kapten kapal Titanic menangis?
Suatu hari kita kan tahu, apakah cinta bisa memindahkan gunung.
Suatu hari kita kan tahu, kenapa langit berwarna biru?
Suatu hari kita kan tahu, kenapa aku bukan untukmu?
Sia pa yang tahu jalan menuju Atlantis?
Atau... apa yang diteriakkan angin waktu ia menangis?
Ku melaju ke tempat kita pernah bertemu untuk yang ke-97 kalinya, malam ini....
Suatu hari kita kan tahu, kenapa Samson mencintai Delilah?
Suatu hari aku kan berdansa di Bulan.
Suatu hati kau akan sadar, kalau aku itu untukmu!
Ku beli tiket ke ujung Pelangi.
Ku lihat Bintang-bintang berjatuhan ke laut.
Kalau ku bisa bertanya padaNya satu pertanyaan saja... kenapa kamu tidak berada di sampingku, malam ini?
artinya mendayu-dayu, ya? Padahal yang nyanyi "The New Radicals", he, he... sayang group ini bubar setelah mengeluarkan 1 album saja :(.
Ini lagu kesayanganku waktu aku patah hati. Pokoknya "Someday you'll know, that I was the one for you!". Tetap berkeras, kalau si dia bakalan kena tulah dan sadar kalau aku begitu berharga! Cuih, cuih, cuih... padahal si dia nya sudah pacaran lagi :))
Begitulah romantika patah hati, yang ngga akan pernah mau aku hapus dari ingatanku. Bukan sok romantis, atau engga guna, atau penting engga sich? Tapi, lebih karena aku menghargai (dan menertawai) perasaanku sendiri. Tidak setiap hari aku bisa jatuh cinta, dan tidak setiap hari pula aku bisa patah hati.
Iya... sekarang sich sudah bisa tertawa. Tapi pada saat itu... maunya nangis bombay melulu... Oh, ya. Kalau lagu ini bilang "Two years later, you're still in my mind", aku sampai tiga tahun baru bisa melupakan ex-ku. Sambil parno... ngga berhenti mencheck e-mail & sms... berharap "Someday you'll know......."
Aku baca salah satu komentar tentang lagu ini di salah satu milis internet... Dua tahun berlalu, si cowo pergi ke bar sekedar melepas rasa haus. Eh, ada ex-nya dan lalu pergi sama kekasih barunya... 'Tu cowo ngga sekedar melepas dahaga lagi... Dan besok-besok bangun dengan sepatu masih di kaki dan senyum tolol di wajah... He, he, he...
Jadi... suatu hari patah hati itu akan sembuh kok. Tapi, lama – cepat, mudah – sulit, berbeda tiap orang...
Agatha Christie, lewat tokohnya Hercule Poirot menyiratkan bahwa salah satu keuntungan menjadi tua adalah tidak harus pusing masalah jatuh cinta & patah hati lagi, masa itu sudah lewat... Atau Lynn Johnston dalam komiknya "For Better For Worse" mengatakan bahwa lebih aman menaikkan adrenalin dan menjaga detak jantung yang sehat dengan berjogging.. . daripada jatuh cinta (lagi). Ha, ha, ha...
Aku? Tetap berharap akan jatuh cinta lagi, lagi dan lagi dan sedikit patah hati lagi dan lagi...
Salam hangat di hari Jum'at
Gita