Sumber: Majalah Kartini no. 2220, 12 s/d 26 June 2008
HIV atau Human Immunodeficiency Virus
HIV adalah nama virus yang menyerang kekebalan tubuh. Dalam tubuh kita ada sistem kekebalan yang terdiri dari sel-sel, di antaranya adalah sel T yang tugasnya memerangi kuman dan infeksi. Virus HIV ini menyerang sel T, bersembunyi di sana tanpa diketahui untuk berapa lama. Karena itu orang yang darahnya terinfeksi HIV bisa nampak sehat, hanya saja mudah terkena penyakit sehari-hari seperti demam, flu atau diare, dan dia telah menjadi sumber penularan bagi orang lain. Untuk menekan perkembangan virus, penderita harus mengonsumsi obat sepanjang usianya.
AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome
Bila HIV adalah virus penyebabnya, AIDS merupakan gejala penyakit atau kelainan yang ditimbulkan HIV. Tidak semua orang yang mengidap virus HIV menunjukkan gejala AIDS.
Setelah HIV bercokol bertahun-tahun (minimal 12 bulan), mulai muncul sindroma yang menunjukkan hilangnya kekebalan tubuh, ditandai dengan munculnya penyakit bawaan seperti timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Pada saat inilah dikatakan positif AIDS. Bahkan sakit ringan pada orang normal pun bisa sangat berbahaya bagi penderita AIDS.
Penularan
Ada tiga jalan utama penularan virus HIV, yaitu melalui hubungan seksual, darah (jarum suntik), dan pada ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, kecuali selama kehamilan melakukan PMTCT (Prevention of Mother to Child HIV Tranmission). Yakni, mengonsumsi ARV profilaksis, melakukan persalinan dengan operasi caesar dan tidak memberikan ASI pada bayinya. minum obat ARV.
Penularan melalui jarum suntik, di antaranya melalui suntir narkotika, di mana jarum dipakai bergantian. Darah yang tertinggal di jarum suntik sudah cukup untuk menjadi tempat bermukim virus yang tertinggal dan ketika digunakan orang lain, virus yang tertinggal dapat pindah/ masuk ke orang lain tersebut. Bila pun harus disuntik untuk pengobatan, pastikan jarum suntik baru. Tapi saat ini jarum suntik umumnya umumnya sekali pakai. Perlu diketahui, virus HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk karena nyamuk tidak memiliki sel T manusia yang dibutuhkan virus HIV.